- Back to Home »
- Karya Ku »
- Tuhan, Berikanku Satu Unit Laptop
Posted by : Unknown
Kamis, 10 April 2014
Oleh : Febriant Musyaqori Ramdani
Pendidikan Sosiologi 2013 - 1307666
Di sebuah desa
yang terpencil di Jawa Barat itulah tempat tinggalku, desa yang masih asri dan
kental dengan budaya gotong-royong dan solidaritas yang sangat dijunjung
tinggi. Desa Cipada namanya, Cipada adalah sebuah desa di Kecamatan Cisarua
Kabupaten Bandung Barat termasuk desa yang masih kurang di dalam infrastruktur
pendidikannya. Aku tinggal di sini kurang lebih sudah 10 tahun lamanya, karena
awalnya aku dan keluarga ku adalah pindahan dari Cicalengka, karena orangtua ku
mengikuti nenek dan kakek ku. Aku adalah anak ke tiga dari lima bersaudara.
Keluarga ku termasuk keluarga yang kurang mampu dari segi ekonomi. Di sekolah
dasar aku tidak begitu pandai dalam segi akdemik, pernah aku di kelas tiga SD
menempati rangking tiga di
kelas itupun hanya sekali, untuk selanjutnya aku hanya menempati posisi ke 10
besar saja. Di Sekolah menengah pertama prestasiku meningkat, aku selalu
rangking dua besar, tapi sayangnya prestasiku di akademik tidak
berkesinambungan dengan prestasiku di ekstrakulikuler. Aku hanya mengikuti
ekstrakulikuler bola volley, namun
pada akhirnya di sekolah menengah atas aku dapat menyeimbangkan semuanya, aku
aktif dan prestasiku tidak menurun. Dari sekolah SMA ku inilah aku dapat
memetik hikmah dibalik segala perjuangan. Sekolah inilah yang menjadi
penyemangatku, kelak aku akan kembali kesana tapi sebagai guru. Dari situ aku
mendapat berbagai pengalaman berharga, teman-temanku yang selalu mendukungku,
guru-guru yang selalu membimbingku, dan seseorang yang ku sayangi yang selalu
menjadi penyemangatku. Tak ayal aku selalu ingin berada dan menghabiskan waktu
bersama mereka, terutama keluarga besar OSIS yang selalu kompak dan menjunjung
tinggi kebersamaan. Tapi sayangnya aku harus berpisah dengan mereka, di penghujung
kelas ku merenung akan kemanakah aku ini? Pertanyaan itu selalu muncul di
benakku. Dengan optimisnya aku menjawab dalam hati ku, aku akan kuliah di
Universitas Pendidikan Indonesia, dan Alhamdulillah setelah melewati beberapa
proses akhirnya aku dapat berkuliah di UPI, kampus impianku selama ini. Aku
bersyukur sekali karena Allah mengabulkan do’a ku selama ini aku dapat kuliah
gratis dan aku mendapat uang saku setiap bulannya. Perjalanan aku masuk ke UPI
tak mudah dari mulai keluarga menetang karena takut berbayar, dan masalah
lainnya. Wakasek kesiswaan ku yang baik hati yang telah membantu ku saat ini,
dari mulai mendaftarkan aku jalur SNMPTN undangan yang pada akhirnya aku tak
lolos, hingga aku dibantu untuk mendaftar jalur SBMPTN tertulis. Awalnya aku
hanya pasrah menjalani tes itu selama dua hari, namun pada akhirnya usaha ku
tak sia-sia. Aku buka pengumuman SBMPTN dua minggu setelah tes dan hasilnya
sangat miracle sekali aku baca
tulisan di layar monitor komputer warnet itu seperti ini “SELAMAT, ANDA
DINYATAKAN LOLOS SBMPTN 2013” aku sangat
kegirangan sekali, Pendidikan Sosiologi itulah jurusan yang ku ampu sekarang.
Betapa bahagianya aku bergabung dengan keluarga besar pendidikan sosiologi,
dari sinilah aku memahami arti dari satu, yaitu ibarat tubuh bila sakit
sebagian dan pasti akan semua bagian merasakan sakitnya.
Kegiatan
perkuliahan pun dimulai, tugas demi tugaspun membayangiku. Tak ayal aku selalu
meminjam laptop teman untuk mengerjakan tugas, kadang aku pergi ke warnet hanya
untuk mengerjakan tugas kuliah ku. Ada kala nya juga aku pulang ke rumah ku
yang jaraknya cukup jauh untuk mengerjakan tugas karena disana ada komputer dan
printer punya bibiku. Kadang aku bingung saat aku tak ada uang, laptop teman ku
sedang digunakan olehnya aku harus mengerjakn dimana, tapi aku coba sabar.
Beruntungnya di kampus ada fasilitas UPINET disitu kita bisa menggunakan akses
internet dan komputer secara gratis.
Tugas-tugas bisa
terhandle oleh ku selama itu, ingin sekali
rasanya aku miliki sebuah laptop. Aku hanya bisa berkhayal, hingga kurang lebih
satu semester akhirnya aku mempunyai sebuah notebook, aku sangat senang
walaupun bukan laptop yang seperti aku harapkan, aku bersyukur karena Allah SWT
menyayangiku selalu ,mengabulkan keinginanku. Aku percaya Allah SWT memotivasi
kita dua kali dalam ayatnya : fainna
ma’al ‘usriyusro 5 inna ma’al ‘usriyusron 6 (Q.S.
AL-Insyiroh : 5-6) yang artinya sesungguhnya dibalik kesulitan ada kemudahan 5
dibalik kesulitan ada kemudahan 6 . Dengan demikian ayo kawan tetap
bersemangat tuk jalani hidup ini “Sesungguhnya Allah lebih tahu apa yang kita
butuhkan”. Wallohu’alam bisowab.
nice :)
BalasHapus