Popular Post

Posted by : Unknown Minggu, 28 September 2014


Bandung, Kamis 19/06/14.
P
agi itu mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi angkatan 2012 terlihat sangat sibuk sekali. Ada yang mondar-mandir entah apa yang dicari, ada yang asik dengan makeup nya, dan ada pula yang asik mendekorasi panggung auditorium Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia. Rupa nya mereka sedang mempersiapkan untuk menggelar Showcase Metode Pembelejaran Sosiologi. Showcase ini digelar atas salah satu tugas dari Mata Kuliah Pembelajaran Sosiologi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa prodi pendidikan sosiologi angkatan 2012 yang terdiri dari dari dua kelas dan dibagi kedalam delapan kelompok.
Semula acara akan digelar tepat pukul 08.00 WIB, namun karena persiapan yang memakan waktu cukup lama dan akhirnya acara digelar pukul 09.00 WIB. Acara ini dimoderatori oleh Bapak Prof. Dr. H. Dasim Budimansyah, M.Si. dan dihadiri Ibu Ketua Prodi Siti Komariah, M.Si. Ph.D. serta Ibu Dra. Wilodati, M.Si. sebagai Juri 1 dan Bapak Supriyono sebagai Juri 2, serta Bapak Trisna sebagai pengamat. Tidak sedikit pula mahasiswa prodi pendidikan sosiologi angkatan 2013 dan 2011 yang ikut berpartisipasi sebagai penonton.
Masalah yang dikaji oleh kelompok A adalah “Permasalahan Transpotasi Umum di Bandung” dan lebih spesifikasikan kepada permasalahan bus Damri, sedangkan kelompok B mengkaji “Jajanan Ala Barat” dan lebih spesifik lagi kepada perbandingan antara makanan modern dan makanan tradisional. Moderator pun menjelaskan prosedur penampilan Showcase, yakni kelompok portofolio satu menjelaskan latar belakang masalah, kelompok portofolio dua menjelaskan kebijakan, kelompok portofolio tiga menjelaskan kebijakan pendukung, dan kelompok portofolio empat menjelaskan actions plan.
Kelompok A menyoroti permasalahan yang terjadi di dalam bus damri, yakni pelecehan seksual, pencopetan, dan bus damri yang berhenti semaunya yang menyebabkan kemacetan serta asap yang ditimbulkan damri mengganggu kendaraan sekitarnya. Kebijakan yang diambil dari permasalahan ini adalah peremajaan bus damri, pengujian emisi, dan pemberhentian damri yang sudah tua dan kebijakan ini didukung oleh Peraturan Menteri Lingkungan hidup yang mewajibkan uji emisi kendaraan minimal lima tahun sekali. Dan di akhiri dengan action plan yaitu dengan mengumpulkan tanda tangan mahasiswa dan masyarakat dan akan disampaikan kepada pemerintah, namun terganjal dengan situasi.
Kelompok B menyoroti permasalahan yang terjadi terhadap budaya masyarakat kita yang lebih senang dengan jajanan luar negeri (modern) dibandingkan jajanan asli Indonesia dan ini dapat menimbulkan krisis identitas dan jajanan asli Indonesia akan diklaim oleh Negara lain. Kebijakan yang diambil adalah pensosialisasian jajanan tradisional kepada anak-anak usia dini guna menumbuhkan kecintaan terhadap jajanan asli Indonesia. Action plan nya yakni dengan melakukan observasi ke SMP dan SMA menanyakan dan mengenalkan makanan asli Indonesia.
Acara ini kedatangan tamu istimewa seorang dosen dari Kentaki University, Amerika beliau pun memuji dengan berkata “Excellent” ketika berdialog dengan ketua prodi.Acara ini pun  dikemas menarik dengan adanya yel-yel dan tarian-tarian dari masing-masing kelompok serta dengan adanya tanya jawab  antara kelompok dan dewan juri dan di akhiri dengan sebuah ilustrasi drama dari tiap-tiap kelompok besar.
Di akhir acara dewan juri pun mengumumkan pemenangnya yaitu, Juara I kelompok besar di raih oleh kelompok A dan otomatis kelompok B menjadi juara II. Serta juara I kelompok kecil diraih oleh penyaji 1 kelompok A, Juara II diraih oleh penyaji 3 kelompok A, dan Juara III diraih oleh penyaji 2 kelompok B.
Acara ini pun berkahir dan di akhiri dengan berfoto bersama, dan tentunya acara ini menjadi inspirasi untuk mahasiswa prodi pendidikan sosiologi 2013 karena mereka pun akan menghadapi mata kuliah yang sama.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Yan_Mu_Ra - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -