- Back to Home »
- Artikel »
- KOMPONEN-KOMPONEN DAN STATUS KONDISI FISIK
Posted by : Unknown
Kamis, 23 Februari 2012
KOMPONEN-KOMPONEN DAN STATUS KONDISI FISIK
A. Macam-macam Komponen Kondisi Fisik
Kodisi fisik adalah satu kesatuan utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat
dipisahkan begitu saja, baik peningkatan maupun pemeliharaannya. Artinya bahwa
di dalam usaha peningkatan kondisi fisik maka seluruh komponen tersebut harus
dikembangkan, walaupun disana-sini dilakukan dengan system prioritas sesuai
keadaan atau status tiap komponen itu dan untuk keperluan apa keadaan atau
status yang dibutuhkan tersebut. Hal ini akan semakin jelas bila kita sampai
pada masalah status kondisi fisik (Sajoto. 1990: 16).
Adapun kebugaran fisik dapat di artikan
sebagai kemampuan untuk berfungsi secara efektif sepanjang hari pada saat
melakukan aktifitas, biasanya pada saat kita melakukan kegiatan lain, masih
memiliki sisa energi yang cukup untuk menangani tekanan tambahan atau keadaan
darurat yang mungkin timbul.
Sepuluh komponen kondisi fisik masing-masing adalah
sebagai berikut:
- Kekuatan (strength), adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja.
- Daya tahan (endurance), dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan, yakni: a). Daya tahan umum (general endurance) adalaah kemampuan seseorang dalam mempergunakan system jantung dan peredaran darahnya secara efektif dan efesien untuk menjalankan kerja secara terus menerus, yang melibatkan kontraksi sejumlah otot-otot dengan intensitas tinggi dalm waktu cukup lama. b.) daya tahan otot (local endurance) adalah kemampun seseorang dalm mempergunakan otonya untuk berkntraksi secra terus-menerus dalam waktu yang relative lama dengan beban tertentu.
- Daya ledak (muscular power) adalah kemampuna seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksismum yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-pendeknya. Dalam hal ini, dapat dinyatakan bahwa daya ledak (Power) sama dengan kekuatan (force) x kecepatan (felocity). Seperti dalam lompat tinggi, tolak peluru serta gerak lain yang berseifat ekslkosive.
- Kecepatan (speed) adalah kemampuan sseorang untk mengerjakan gerakan bereinambungan dalam bentukk ynag sama dalam waktu sesingkat-singkatnya seperti dalam lari cepat, puulan dalam tinju, balap sepeda, panahan dan lain-lain. Dalam hal ini ada kecepatan gerak dan kecepatan explosive.
- Daya lentur (flexsibility) adalah efektifitas seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala aktifitas dengan penguluran tubuh yang luas. Hal ini akan ssangat mudah ditandai dengan tingka fleksibilits persendian pada seluruh tubuh.
- Kelincahan (agility) adalah kemampuan seseorang untuk merubah posisi diarena tertentu. Seseorang yang mapau merubah satu posisi yang berbeda dalm kecepatan tinggi deng koordinasi yng baik, berarti kelincahannya cukup baik.
- Koordinasi (coordianation) adalah kemampun seseorang mengintegrasikan bermacam-macam gerakan yang berbeda kedalam pola geraan tungal secra efektif. Misalnya dalam bermain tenni, seorang pemain akan keliahatan mempunyai koordinasi yang naik bila ia dapat bergerak kearah bola samil mengayun raket, kemudian memukulnya dengan teknik yang benar.
- Keseimbangan (balance) adalah kemampun seseorang mengendalikan organ-organ saraf otot, seperti dalam handstand atau dalam mencapai keseimbangan sewaktu seseorang sedang berjalan kemudian terganggu (misalnya tergelincir dan lain-lain). Dibidang olehraga banyak hal yang harus dilakukan atlit dalam masalah keseimbangan ini, baik dalam menghilangkan ataupun mempertahankan keseimbangan.
- Ketepatan (accuracy) . adalah seseorang yuntuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. Sasaran ini dapat merupakan suatu jaraka aatu mungkin suatu obyek langsung yang harus dikenai dengan salah s atu bagian tubuh.
10. Reaksi (reaction) ada;lah kemampna seseorang
untuk segera bertindak secepatnya dalam menanggapi rangsangan yang ditumbulkan
lewat indra, saraf atau filling lainnya. Seperti dalam mengantisipasi
daytangnya bola yang aharis ditangkap dan lain-lain.
B. Status Kondisi Fisik
Setelah mengetahui komponen-komponen dari kondisi
fisik yang merupakan satu kesatuan yang utuh, maka yang perlu diketahui
selanjutnya adalah bagaimana seorang atlet dapat diketahui status atau
keadaan kondisi fisiknya pada suatu saat.
Beberapa Macam Tes Kondisi Fisik:
- Tes Kekuatan Otot
Tes ini untuk mengetahui kemampuan kekuatan otot
seseorang. Ada dua bentuk tes yang dimaksud, masing-masing adalah:
1.1.
Tes laboraturium dengan mempergunakan alat-alat seperti dynamometer,
electromigrafie dan tensiometer. Yang mudah didapat dan mudah dipergunakan
adalah dynamometer. Hand and grip dynamometer adalah alat untuk mengukur dorong
dan tarik lengan, serta kekuatan genggam tangan. Sedangkan leg and back
dynamometer adalah alat untuk mengukur kekuatan otot-otot paha dan pinggang.
1.2.
Tes lapangan atau performance test.
Tes ini untuk mengetahui secara langsung mengetahui
dan kemampuan kekuatan serta daya tahan otot seseorang. Salah satu tes tersebut
adalah “Navi Standart Physical Fitnes Test”. Otot yang diukur adalah lengan,
paha dan perut.
- Tes Daya Tahan (endurance)
Tes ini untuk mengetahui kemampuan cardio vasculair
sistem didalam mengelola O2 dalam tubuh yang dipergunakan pada waktu
kerja berat. Kemampuan ini dikenal dengan simbol VO2 max, atau
disebut sebagai Maximal Aerobic Power dengan satuan yang dipakai adalah liter
permenit per berat badan, disingkat dengan cc/kg/BB/men.
2.1.
Tes laboratorium dengan mempergunakan alat-alat seperti Ergocycle and
treadmill.
2.2.
Tes lapangan atau performance test, seperti Harvard Step Tes, dan lari 12 menit
(Aerobic Test). Sekarang dikenal tes lari 15 menit dari Alan D. Roberts.
- Tes Daya Ledak (Muscular Power)
Tes ini untuk mengukur kemampuan daya ledak otot
tertentu; sampai saat ini penyusun hanya mengetahui tes daya ledak kaki yang
menggunakan metode dan standart dai Alan D. Robert dan Margaria-Kalamestair
Test.
- Tes Kecepatan ( Speed)
Tes ini untuk mengukur kecepatan seseorang dalam
bergerak. Tes kecepatan bergerak dengan lari cepat 40 Yard lurus kedepan
dari Alan D. Roberts.
- Tes Daya Tahan Lentur ( Flexibility)
5.1.
Tes di laboratorium dengan mempergunakan alat-alat seperti goneometer
fleksometer atau elektrogonoimeter.
5.2.
Tes di lapangan dengan penggaris, pada umumnya untuk mengukur kelenturan
sendi-sendi dalam tubuh seperti tes untuk mengukur:
5.2.1. Daya lentur
punggung kedepan dan kebelakang.
5.2.2. Daya lentur
(renggang) dri selangkang.
5.2.3. Daya lentur sendi
horizontaldan vertikal
5.2.4. Daya lentur
pergelangan kaki ke arah punggungdan telapak kaki.
- Tes Kelincahan (agility)
Tes ini digunakan untuk mengukur kelincahan seseorang
dalam merubah arah. Tes yang sangat sederhana adalah Shuttle-Run, sedang yang
lebih kompleks adalah Dodging-Run. Selanjutnya tentang tes yang lain seperti
untuk memgukur koordinasi, keseimbangan, ketepatan dan reaksi, pada dasarnya
dilaksanakan dalam tes kemampuan langsung, sesuai dengan karakteristik cabang
olahraga yang berhubungan.
Dengan alat-alat tes maupun tes lapangan,
barulah kemudian dapat diketahui status seseorang pada waktu itu apakah dalam
keadaan baik, sedang atau kurang, baik secara keseluruhan maupun secara
komponen masing-masing. Berdasarkan keadaan tersebut barulah seseorang
dapat menyusun program latihan fisik untuk jangka waktuyang ditentukan, sesuai
status yang diperluka