Popular Post

Posted by : Unknown Kamis, 21 November 2013



CINTA SEGI TIGA
Karya : Febriant.M.R
Raisha, Riko, dan Aku sudah bersahabat sejak kami duduk dibangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) kelas VII. Awal kelas VII kami bersahabat dengan baik dan penuh kasih sayang diantara kami, namun semuanya berubah ketika Riko dan Aku suka pada Raisha.
            “Haii, Sha…!?” tanyaku pagi itu di taman sekolah.
            “Hai juga Feb, pagi yang cerah ya Feb secerah hatiku, hehehe”. Kata Raisha.
            “Iya bener banget Sha, secerah hatiku untuk mu.. hehe”. Jawab ku sedikit gombal.
            “Ah, Febri bisa aja...”. Kata Raisha sedikit malu.
            “Eh, Sha Apa kabar?”. Tanyaku. “Baik.. eh Feb kamu udah ngerjain PR Matematika
  belum?”. Tanya Raisha.
“Udah dong,, “. Jawabku. “Feb, aku belum tolong ajarin aku ya soalnya aku gak telalu
  ngerti soal itu. Pliiiiisss…!?” Raisha memohon  “Ok, Sha…!!”. Jawab ku tak menolak.
 “Beneran!!! Makasih banget, Feb…”. Raisha kegirangan dan tak sadar memeluk ku.
Aku dan Raisha pun asik belajar bersama. Beberapa menit kemudian datanglah Riko.

“Hai kalian.. lagi pada ngapain nih?”. Tanya Riko pada kami. “Lagi belajar bersama Rik”.
  Jawab Raisha. “Oh,, belajar apaan sih?? Kaya yang asik banget keliatannya”. Kata Riko
  sambil melihat buku Raisha. “Ini,, Rik PR Matematika..”. jawab ku singkat. “Hmm, iya-iya
  aku juga belum, boleh lihat gak??”. “Emmm,, jangan nanti dimarahi Ibu Dian loh…”. Kata
  Raisha. “Ah pelit…”. Kata Riko sedikit manyun. “Biarin, kalau mau kita belajar sama
  sama yuk Rik”. Sambung aku. “Aaaah, ga usah ku juga bisa,,”. Jawab Riko Sombong.
Tiiiiiiiiiiiiit, bel masuk pun berbunyi. Ibu Dian pun datang ke kelas kami.
“Ok.. anak-anak, sekarang kumpulkan PR-nya!!”. Kata Bu Dian. “Iya Bu…”. Jawab anak
 anak.
Sambil anak-anak muridnya menulis Ibu Dian memeriksa PR kami. Begitu kami telah selesai menulis, Bu Dian segera membagikan hasil PR kami.
“Febri,,”. Namaku dipanggil duluan akupun segera mengambil buku Matematika ku. Dan ternyata aku dapat nilai 100. “Raisha..” giliran Raisha dipanggil namanya. Dan ternyata Raisha juga mendapat nilai sama seperti aku. “ Riko..” panggil Ibu Dian. “Kenapa Riko, nilai kamu kaya gini? Kamu ga belajar ya?”. Tanya Bu Dian pada Riko. “e..eng..enggak, Bu. Aku lupa kalau ada PR dari Ibu. Terus tadi aku ngerjain sendiri di sekolah Bu”. Jawab Riko tegang. “Iya lain kali jangan lupa lagi ya Riko, ya udah duduk lagi gih”. Kata Bu Dian.
Kamipun pulang setelah itu. Di rumah aku teringat terus akan kejadian tadi di sekolah. Akupun merasa ada hal aneh ketika aku bertemu dengan Raisha keesokan harinya. Entah hal apa yang aku rasakan ini, dan ternyata setelah aku pikir-pikir ini adalah rasa cinta. Akupun tak percaya. Namun hati ini tidak dapat berbohong.
“Pagi,, Sha…”. Sapa aku biasanya. “Pagi juga Feb,, “. Jawab Raisha. “Sha ntar istirahat kita ke Taman yuk? Aku mau ngomong sesuatu sama kamu, boleh kan?”. Kata ku. “boleh dong”. Jawab Raisha.
Bel pun berbunyi tandanya bel istirahat akupun bergegas segera ke taman. Sesampainya di sana aku lihat Raisha sedang menunggu ku.
“Udah lama, Sha.. Maaf bikin kamu nunggu lama..”. “Iya gak apa-apa ko Feb”. Kata Raisha. “Langsung aja ya Sha, sebelumnya aku mau minta maaf karena udah khianatin persahabatan kita, soalnya aku.. a..a..aku su..su..suka sama kamu Sha, terus kamu mau gak jadi pacar aku??”. Aku mencoba mengungkapkan isi hatiku selama ini.
“Maaf, feb.. aku gak bisa jawab sekarang.., kasih aku waktu ya?”. “Hmm, ya udah..”.
Kamipun segera bergegas masuk kelas karena bel masuk sudah berbunyi. Aku sangat deg-degan sekali. Jantungku berdebar-debar tak menentu menunggu jawaban dari Raisha. Dan ternyata tak disangka Riko pun mempunyai rasa yang sama pada Raisha.
Keesokan harinya..
“Sha,, bagaimana tawaranku,, “. Tanyaku memberanikan diri. “Sebenernya sih aku juga suka sama kamu, tapi aku ga enak sama Riko sahabat kita, diapun suka sama aku. Gimana Feb?”. kata Raisha. “Hmm, Sha itu terserah kamu, aku bisa lihat kamu bahagia itu udah cukup bagiku. Kamu bahagia akupun ikut bahagia”. Kata ku sedikit memelas. “Maaf, Feb.. aku gak bisa nerima kamu soalnya aku udah terlanjur jadian sama Riko kemarin”. Kata Raisha. “Hmm, ya udah, gak apa-apa ko..”. Kata aku, mataku berkaca-kaca akupun langsung pergi meninggalkan Raisha. Setelah kejadian itu persahabatan kami menjadi renggang. Tapi aku mulai sadar bahwa aku harus nerima apa adanya keadaan ini. Dan aku yakin akan ada pengganti Raisha di hatiku. Akhirnya kita bertiga kembali bersahabat seperti dahulu hingga kami lulus SMP, dan kami memilih sekolah yang berbeda.


 #Bersambung....
            Satu tahun kemudian....“ kamipun segera bergegas masuk kelas karena bel masuk sudah berbunyi. lah Riko.
Setelah aku kelas X SMA, aku mendapat kabar bahwa temanku bertemu dengan Raisha di sebuah SMK di Batujajar ketika temanku mengikuti seminar “ANTI NARKOBA SE-JABAR”.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Yan_Mu_Ra - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -